Judul : Ilmu Ushul Bida’
Pembicara : Ustadz Badrusalam
Hari : Jum’at
Pertemuan : kedua
Tanggal : 11 April 2008
Durasi : 85:36
Download Ushul Bida' (02)
File kajian dalam bentuk ZIP
Setelah memahami bid'ah dengan benar -yaitu baik yang secara bahasa maupun secara istilah-, maka haruslah bisa membedakan manakah perkara yang masuk bid'ah dalam pengertian bahasa -dibolehkan- dan manakah yang termasuk dalam pengertian istilah -dilarang-,
Dalil tentang bahayanya bid'ah yaitu :
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ أَحْدَثَ فِى أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ
“Barangsiapa membuat suatu perkara baru dalam agama kami ini yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolak.” (HR. Bukhari no. 20)
Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,
مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ
“Barangsiapa melakukan suatu amalan yang bukan ajaran kami, maka amalan tersebut tertolak.” (HR. Muslim no. 1718)
Dan setiap shalat jum'at dalam khotbahnya Rasululloh Salallahu'alaihi wassalam bersabda,
أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ وَشَرُّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ
“Amma ba’du. Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sejelek-jelek perkara adalah yang diada-adakan (bid’ah) dan setiap bid’ah adalah sesat.” (HR. Muslim no. 867)
Bahkan bid'ah lebih berbahaya daripada maksiat. Rasululloh Salallahu'alaihi wassalam bersabda yang artinya:
"Sesungguhnya Allah akan menghalangi taubat dari semua pelaku bid'ah." (lihat silsilah al-Ahadiits ash-Shahiihah (no. 1620) dari hadits Anas Radhiyallahu 'anhu)
Oleh karena itu, bid’ah lebih dicintai syaithan daripada maksiat, karena orang yang berbuat maksiat kadang bertaubat, adapun orang yang berbuat bid'ah jarang sekali kita temukan mereka bertaubat, karena dia menyangka bahwa dirinya di atas kebenaran, berbeda dengan orang yang berbuat maksiat. Adapun orang yang berbuat bid'ah dia menyangka kalau dirinya adalah orang yang taat dan tengah berada di atas ketaatan, karena itulah maka bid’ah -wal ‘iyadzubillah- lebih jelek dari maksiat.
Dalam sebuah hadits diriwayatkan, Dari Hudzaifah Ibnul Yaman rodhiallohu ta’ala ‘anhu berkata:
"Manusia bertanya kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam tentang kebaikan, sedangkan aku bertanya kepada beliau tentang keburukan karena khawatir jangan-jangan menimpaku."(HR. Bukhari VI615-616, XIII/35. Muslim XII/135-238 Baghawi dalam Syarh Sunnah XV/14. Ibnu Majah no. 3979, 3981. Hakim IV/432. Abu Dawud no. 4244-4247.Baghawi XV/8-10. Ahmad V/386-387 dan hal. 403-404, 406 dan hal. 391-399)
Maka wajiblah bagi kita mengetahui yang sesuatu yang baik begitu pula yang buruknya. Dalam syari'at pun, wajib mengetahui sunnah dan lawannya yaitu bid'ah, tauhid dan lawannya yaitu syirik, dan tentang ketaatan dan lawannya yaitu kemaksiatan.
Labels: Bid'ah
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment